Client

HOT Radio Hadir Dalam Peresmian Gedung Kantor Bank Indonesia Perwakilan Banten

HOT Radio bersama Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten, Budiharto Setyawan

 

Banten hingga saat ini masih menjadi tujuan kegiatan perekonomian. Saat ini Tercatat lebih dari 1.600 perusahaan yang berada di Provinsi Banten dengan industri strategis seperti baja dan kimia dasar. Provinsi Banten memiliki potensi ekonomi yang cukup besar , hal tersebut yang membuat Bank Indonesia hadir di Banten sejak 28 Agustus 2008 dan menempati gedung sewa di Jalan Yusuf Martadilaga.

Pada Jumat, 15 September 2017, BI menggelar Grand launching Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia di Provinsi Banten. Pembangunan gedung kantor Bank Indonesia perwakilan Banten merupakan bentuk komitmen Bank Indonesia untuk meningkatkan pelayanan kepada stakeholoder provinsi Banten.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten, Budiharto Setyawan berharap dengan grand lounching ini menjadi tombak sejarah dan dapat mewujudkan provinsi banten yang maju, mandiri, berdaya saing dan berakhlakul karimah.

Sementara itu, Gubernur Banten Dr. H. Wahidin Halim , M.Si yang turut hadir dalam grand Lounching gedung BI Kpw Banten mengatakan bahwa Cagar Budaya yang ada di Banten dihidupkan kembali serta potensi lainnya yang dapat menghidupkan perekonomian Banten.

Gubernur BI Agus D.W. Martowardojo mengatakan bahwa keberadan Bank Indonesia sebagai bank sentral merupakan wujud dari amanat pasal 23 D undang-undang dasar 1945 selaku otoritas moneter, makro prudential kestabilan keuangan, sistem pembayaran dan pengelolaan uang rupiah.

“Kami dari jajaran Bank Indonesia berusaha untuk memberikan yang terbaik, untuk bersama-sama memajukan provinsi banten” kata Agus kepada HOT Radio.

Pembukaan KPw BI Provinsi Banten diresmikan dengan penekanan tombol sirene oleh Gubernur BI Agus D W Martowardojo didampingi oleh Gubernur Banten Wahidin Halim. Dilanjutkan dengan penandatanganan prasasti. ( ES )

 

 

 

 

 

Show More
Jasa Website Murah & Profesional
Close